Banyak Galian C Tak Berizin, AKJB Desak Polres Lebak Untuk Menutupnya

Banyak Galian C Tak Berizin, AKJB Desak Polres Lebak Untuk Menutupnya
AKJB saat melakukan audiensi dengan Polresta Lebak (Foto/BNCNews)
Lebak, BNCNews.co.id - Maraknya tambang galian C di Kabupaten Lebak menjadi perhatian masyarakat, pasalnya aktivitas tambang tersebut sudah kadaluarsa perizinannya bahkan ada yang tidak memiliki izin operasi, kata Muhammad Arif Kordinator Aliansi Kader Jabodetabek Banten (AKJB) saat audiensi dengan Polres Lebak, Rabu (17/06/2020).

Arif menyampaikan bahwa sesuai dengan Perda Kabupaten Lebak tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2014-2034 izin ruang tambang pasir sudah ditentukan wilayahnya dan aktivitas penambangan harus memiliki izin.

" Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lebak nomor 2 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lebak  tahun 2014-2034 yang menyatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak tidak dapat memberikan izin ruang usaha tambang pasir  untuk Kecamatan Rangkasbitung, tapi kenyataannya ada beberapa pengusaha galian pasir yang sampai saat ini masih melakukan kegiatan penambangan meski izin galian pasir itu sudah kadaluarsa atau habis masa berlakunya " Katanya.

Sehubungan dengan hal tersebut, lanjut Arif, " Kami rasa ada dugaan pelanggaran tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 158 UU Minerba No.4 tahun 2009 sebagaimana diubah dengan UU Minerba tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara yang berbunyi : ” Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah)”, " Ujarnya.

Terkait dugaan pelanggaran aktivitas penambangan, AKJB mendesak pihak kepolisian khusus polres Lebak untuk secepatnya menertibkan pengusaha tambang pasir ilegal tersebut.

" Dengan adaya dugaan pelanggaran UU minerba kami meminta kepada kepolisian daerah Banten khusunya polres lebak agar secepatnya memanggil pengusaha – pengusaha galian pasir di Kecamatan Rangkasbitung Desa Citeras  dan menutup tambang galian PT. Briga dan dikenal dengan tambang kartika karena diduga tidak memiliki izin " Ungkapnya.

Arif Menambahkan jika melihat peraturan dalam Perda kabupaten Lebak tentang RTRW bahwa perusahaan yang dimaksud tidak dapat memperpanjang izinnya.

" Ketika kami turun langsung kelapangan dan mencari sumber kenapa galian tersebut masih beroprasi, dan  setau kami izin untuk galian pasir milik kartika itu sudah kadaluarsa  dan tidak mungkin bisa di perpanjang karena berbenturan dengan perda RTRW No.2 tahun 2014 tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten lebak tahun  2014 – 2034 " Tutupnya.

Sementara itu, Kasat Intel Polres Lebak Edy Prasetyo saat menerima audiensi AKJB menyampaikan bahwa pihak polres akan mempelajari dan secepatnya memanggil pengusaha tambang yang sudah kadaluarsa masa izinnya atau yang tidak memiliki izin.

" Kami (Polres) akan secepatnya memanggil pengusaha tambang yang beroperasi tanpa mempunyai izin " Ujarnya.

Bagaimana Reaksimu?

like
0
dislike
0
love
2
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0