Ekonomi Indonesia Disebut Lebih Buruk Daripada Krisis 1998, Jokowi : Kita Harus Bicara Apa Adanya

Ekonomi Indonesia Disebut Lebih Buruk Daripada Krisis 1998, Jokowi : Kita Harus Bicara Apa Adanya
Presiden Joko Widodo (Foto: Kompas)
Jakarta, BNCNews.co.id – Presiden Joko Widodo bicara blak-blakan terkait penurunan tajam ekonomi Indonesia akibat virus Corona. Akan tetapi beliau menegaskan bahwa hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia saja tapi semua negara di dunia juga merasakan dampak yang sama.

“Kita harus bicara apa adanya. Target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi cukup tajam. Tapi ini bukan hanya terjadi di negara kita, tapi juga di negara lain juga sama, mengalami hal yang sama,” kata Jokowi.Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, melalui konferensi video, sebagaimana dikutip dari Kompas.tv (14/4/2020).

Jokowi menuturkan prediksi ekonomi global 2020 akan memasuki periode resesi telah disampaikan oleh hampir semua negara di dunia,  Monetary Fund (IMF), dan bank dunia. Bahkan mereka perkirakan mencapai negatif 2, 8 persen.

Presiden Jokowi meminta penduduk Indonesia untuk tetap optimis dapat memulihkan semua sektor yang terdapat virus Corona.

“Kita harus menyiapkan diri dengan berbagai skenario. Kita tidak boleh pesimis dan tetap harus berikhtiar, bekerja keras untuk pemulihan-pemulihan. Baik pemulihan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan Insya Allah kita bisa,” ucap bekas Wali Kota Solo itu.

Sementara itu, Lembaga pemeringkat Moody’s melalui Moody’s Investor Service, menyatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dialami Indonesia tahun ini bakal lebih buruk dari krisis ekonomi pada 1998-1999 lalu. Karena diperparah dengan pembatasan gerak masyarakat di beberapa daerah.

Bagaimana Reaksimu?

like
0
dislike
1
love
0
funny
0
angry
1
sad
2
wow
0