KAHMI Banten salurkan Bantuan Beras Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

KAHMI Banten salurkan Bantuan Beras Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19
Epy Syaifulloh saat memberikan bantuan kepada warga terdampak covid-19 (Foto/BNCNews)
Serang, BNCNews.co.id - Kebijakan pemerintah yang membatasi aktivitas masyarakat  dengan social distancing dan physical distancing untuk meminimalisasi penyebaran penularan virus corona atau covid-19 berdampak pada perekonomian.

Di Provinsi Banten, banyak pengusahan kecil yang mengandalkan kerja harian harus menelan kepahitan. Sebab, pembatasan ini membuat dagangan mereka sepi pembeli.

Keprihatinan itu turut dirasakan semua pihak. Tak ayal aksi-aksi sosial berdatangan untuk membantu warga terdampak. Salah satunya, yang dilakukan KAHMI (Korps Alumni HMI) Majlis Wilayah Provinsi Banten.

Kepedulian dari KAHMI ini berwujud pada program pemberian bantuan sembako bagi warga terdampak covid-19 di Banten. Sasarannya, pekerja informal seperti pedagang pinggiran, tukang ojek dan warga tidak mampu lainnya yang terdampak langsung oleh covid-19.

Bendahara KAHMI MW Banten. Epy Syaifulloh mengatakan, penyaluran bantuan ini sebagai salah satu program ketahanan ekonomi keluarga. KAHMI berinisiatif membantu masyarakat terdampak dari pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah.

"Masyarakat yang kita bantu adalah orang yang berpendapatan di bawah  2 dolar, standar garis kemiskinan risetnya bank dunia. Berarti kalau normal yang berpendapatan sekitar Rp 30-an ribu per hari, itu untuk pekerja informal. Nah, adanya pembatasan sosial dan wilayah ini, kan mereka langsung jobless (tidak punya pekerjaan). Itulah yang kemudian kami support," ujarnya, Jumat (22/5).

Program penyaluran bantuan beras ini merupakan bantuan beras dari forum CSR Provinsi Banten sebanyak 10 ton dan sebelumnya hasil dari pembukaan donasi yang dilakukan KAHMI selama satu bulan terakhir. Hasilnya dirupakan dalam bentuk paket beras dalam karung per 10 kg dan paket mie instan.

Setidaknya untuk penyaluran bantuan ini, ada 10 ton beras yang dibagikan ke seluruh pengurus Majelis Daerah  se Banten. Tiap pengurus daerah menyalurkan 1 ton beras.

"Tim sebelumnya melakukan pendataan kepada masyarakat sekitar. Kami  tanyai yang penjual pinggiran, warga tidak mampu dan lainnya. Kalau yang di kelurahan-kelurahan perkampungan, kami minta kepada Pak RT melalui pengurus KAHMI daerah, Baru kami salurkan ke masing-masing," imbuhnya.

Program ini akan terus digencarkan. KAHMI juga membuka donasi tahap ke dua agar terus bisa memberikan bantuan kepada warga terdampak di wilayah Banten lainnya. "Iya, nanti tahap berikutnya bergilir ke wilayah lainnya," katanya.

Meski bantuan yang diberikan belum bisa memenuhi kebutuhan satu keluarga untuk jangka waktu yang lama, paling tidak bantuan-bantuan baik dari pemerintah daerah maupun yang lainnya bisa terus berdatangan. Sehingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak bisa tercukupi.

"Sebenarnya program ini memang tidak akan bisa meng-cover kebutuhan pokok keluarga. Tetapi paling tidak ini bisa memberikan ketahanan ekonomi keluarga selama 7 hari ke depan. Kalau itu dalam satu keluarga, satu rumah ada suami, istri dan dua anak begitu ya. Nah, kami berharap itu nanti terus ada donasi dari pemerintah. Kemudian dari tempat yang lainnya juga, sehingga dalam sebulan warga bisa bertahan terus," ujarnya.

Bagaimana Reaksimu?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0