Kelakar Gus Dur dan Korupsi Sosial

Kelakar Gus Dur dan Korupsi Sosial
BNCNews.co.id - Baru - baru ini kita dikagetkan oleh kasus penangkapan Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari P Batubara, yang tertangkap komisi pemberantasan korupsi (KPK) atas dugaan suap dana bantuan sosial dampak pandemi covid-19 pada Sabtu (05/12/2020) 

Tak tanggung-tanggung, nilai suap yang diperkirakan lembaga anti rasuah tersebut diperkirakan mencapai total 17 Milyar Rupiah. Hasil itu didapat dari menyunat dana bantuan sosial sebesar Rp. 10.000 per paket bantuan yang nilainya Rp. 300.000 per paket bantuan.

Namun demikian, gurita korupsi di lingkungan kementerian yang menangani masalah sosial dan kemanusiaan ini bukanlah hal yang baru. Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bahkan mengusulkan untuk membubarkan kementerian ini pada masa jabatannya ketika menjadi presiden Republik Indonesia yang pada saat itu bernama departemen sosial RI. 

Dilansir dari wawancara stasiun televisi swasta yakni kick Andy, Gus Dur pernah ditanyai oleh sang pembawa acara Andy F Noya, "salah satu yang masih jadi perdebatan sampai saat ini adalah ketika Gus Dur membubarkan departemen sosial dan departemen penerangan, departemen sosial dulu, apa alasan persisnya sementara banyak orang terlantar yang harus diayomi oleh departemen ini?", Tanya kick Andy. 

"persisnya itu departemen yang harusnya mengayomi rakyat malah korupsinya gede-gedean, sampai hari ini!", Jawab Gus Dur dengan tekanan nada khasnya.

"Kalau membunuh tikus kan tidak harus membakar lumbungnya", sela kick Andy. "Ooohh memang", saut gusdur cepat. "Kenapa Anda membakar lumbungnya?", Cecar Andy.
"Bukan... Karena tikusnya sudah menguasai lumbung", jawab Gus Dur yang disambut tepuk tangan dan gelak tawa para penonton.

Lalu, dari pernyataan Gus Dur tersebut, apakah relevan dengan situasi hari ini?? - (Red)

Bagaimana Reaksimu?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0