Mahasiswa Banten Sambut Aksi Petani Jalan Kaki Dari Medan ke Jakarta

Mahasiswa Banten Sambut Aksi Petani Jalan Kaki Dari Medan ke Jakarta
Mahasiswa Banten menyambut kedatangan petani Deli Serdang yang melakukan aksi jalan kaki (BNCNews)
Serang, BNCNews.co.id - Ratusan petani Deli Serdang Sumatera Utara yang melakukan aksi longmarch menuju Jakarta disambut meriah oleh mahasiswa Kota Serang di depan kampus UIN SMH Banten. Selasa, (4/08/2020).

Dalam penyambutannya mahasiswa  melakukan aksi mimbar bebas dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

"Hidup petani, hidup petani, hidup petani", teriak mahasiswa menyambut para petani Deli Serdang.

Halabi, koordinator mahasiswa mengatakan bahwa dirinya bersama mahasiswa se-Kota Serang berencana mengawal para petani sampai Istana Negara, Jakarta.

"Kami akan mengawal para petani sampai ke Jakarta dan kami pun akan terus menggelar solidaritas peejuangan bersama teman-teman mahasiswa yang lainnya", ungkap Halabi.

Sementara itu Aris wiono mengatakan bahwa nasib warga Deli Serdang telah berjuang mempertahankan haknya selama bertahun-tahun namun tidak ada itikad baik dari pemerintah kepada nasib tanah para petani. 

" Selama bertahun-tahun kami para petani di desa Simalingkar A dan Sei Mencirim telah berupaya untuk mengadukan nasib kepada Bupati Deli Serdang, DPRD tingkat II Kabupaten Deli Serdang, Badan Pertanahan Negara (BPN) Deli Serdang hingga DPRD Sumatera Utara dan Gubernur Sumatera Utara, namun hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan dan penyelesaian yang jelas dari pihak-pihak tersebut " Ujarnya

Aris menyampaikan terkait tuntutan petani yang melakukan aksi jalan kaki dari Medan ke Jakrta untuk disampaikan  kepada Presiden Jokowi adalah :
  1. Negara harus hadir dan serius dalam penyelesaian Konflik Agraria di Indonesia khususnya konflik antara petani Simalingkar A dan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara dengan PTPN II;
  2. Berikan Tanah Untuk Rakyat dengan melakukan redistribusi tanah sesuai Nawacita Presiden Jokowi untuk Reforma Agraria berdasarkan UUPA No. 5 Tahun 1960 dan mencapai kedaulatan pangan;
  3. Hentikan penggusuran terhadap areal pertanian dan pemukiman petani di Desa Simalingkar A dan Sei Mencirim;
  4. Hentikan kriminalisasi terhadap petani serta bebaskan Ardi Surbakti, Beni Karo-Karo dan Japetta Purba;
  5. Hentikan konspirasi jahat oknum penegak hukum dengan korporasi (PTPN II).
  6. Berantas Mafia Hukum.

Bagaimana Reaksimu?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0