Memasuki Hari Ke 41, Aksi Jalan Kaki Petani Deli Serdang Menuju Jakarta Tiba Di Kota Serang

Memasuki Hari Ke 41, Aksi Jalan Kaki Petani Deli Serdang Menuju Jakarta Tiba Di Kota Serang
Warga Deli Serdang yang melakukan aksi jalan kaki saat tiba di Kota Serang (Foto/BNCNews)
Serang, BNCNews.co.id - Sebanyak 170 Petani dari Kabupaten Deli Serdang yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) melakukan aksi jalan kaki dari Medan, Sumatera Utara menuju Istana Negara di Jakarta untuk mencari keadilan sudah tiba di Kota Serang Provinsi Banten, Selasa (4/08/2020).

" Aksi jalan kaki ini dilakukan pasalnya pada areal lahan dan tempat tinggal yang telah kami kelola dan tempati sejak tahun 1951 telah digusur paksa oleh korporasi plat merah bernama PTPN II. Padahal kami telah mengantongi SK Landreform sejak tahun 1984 dan parahnya sebanyak 36 petani di Sei Mencirim yang ikut tergusur sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) " Ungkap Aris Wiyono Kordinator SPSB

Menurut Aris, Area yang berkonflik selama bertahun-tahun tersebut antara petani Simalingkar dengan PTPN II memiliki luas lahan ± 854 Ha dan luas area konflik dengan petani Mencirim yaitu ± 323,5 Ha.

" Luas area yang berkonflik antara petani yang tergabung dalam SPSB dengan PTPN II adalah seluas ± 854 Ha dan luas area yang berkonflik antara petani yang tergabung dalam STMB dengan PTPN II  adalah seluas ± 850 Ha dan tuntutan petani STMB  adalah  seluas ± 323,5 Ha " Katanya.

Sementara itu, Doip warga Kabupaten Serang menyambut baik atas kedatangan petani yang melakukan aksi jalan mengungkapkan  dengan tangis haru, aksi tersebut terdiri dari 40 perempuan dan 131 laki-laki.

" Karena kami merasa senasib dan sepenanggungan dengan warga Deli Serdang, lahan kami sama-sama terancam, hanya dengan cara yang berbeda, tetapi akibatnya adalah sama yaitu rakyat dan petani akan kehilangan hak-hak nya pada akhirnya, oleh karena itu kami masyarakat padarincang Kabupaten Serang yang tergabung dalam SAPAR mendukung penuh perjuangan kawan-kawan SPSB Deli Serdang dan kamipun tetap konsisten menolak mega proyek geothermal " Ujarnya

Dikutip dari situs berita Tempo, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah memerintahkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk segera mendistribusikan lahan eks PTPN II, yang sebelumnya menjadi sengketa. Keputusan itu diambil dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu, 11 Maret 2020.

"Dari 5.800-an hektare, 2.600-an itu sudah dapat pelepasan dari menteri BUMN untuk kemudian dijadikan program redistribusi. Yang masih 3.100-an masih dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh Gubernur," ujar Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia, Sofyan Djalil dikutip dari situs berita Tempo.

Sampai saat ini, eksekusi distribusi lahan eks PTPN II ini memang berlarut-larut. Gubernur Edy Rahmayadi tak kunjung mengeksekusi lahan ini kendati sudah ada kesepakatan dengan berbagai pihak, izin pelepasan lahan dari Menteri BUMN pun sudah dikantongi untuk sebagian lahan.

Meskipun demikian, penggusuran paksa masih dilakukan oleh pihak PTPN II terhadap ladang dan rumah warga yang berada di Mencirim, Namurube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang pada 13 Maret 2020 lalu. Padahal sebagian warga telah mengantongi Sertifikat Hak Milik (SHM). Saat ini warga mengungsi ke bangunan sekolah karena tidak lagi memiliki tempat tinggal.

Bagaimana Reaksimu?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
1
sad
0
wow
0