Mengenal Black Ivory, Kopi Berkualitas Dari Kotoran Gajah

Mengenal Black Ivory, Kopi Berkualitas Dari Kotoran Gajah
Proses pengolahan kopi black ivory (Foto: Bowo/BNCNews)
BNCNews.co.id - Pencinta kopi di dunia umumnya mempunyai kopi favorit masing-masing. Mulai dari produk lokal sampai internasional.

Ada yang rela menyisihkan sebagian uangnya untuk menjajal beragam jenis kopi termasuk yang harganya mahal.

Black Ivory, nama tersebut terdengar keren, bahkan sedikit misterius, sampai kamu mengetahui bahwa itu merujuk pada kotoran gajah.

Black Ivory dimulai dengan biji kopi Arabica yang dikonsumsi oleh gajah-gajah di Thailand bagian utara. Begitu gajah mengeluarkan buah ceri, biji tersebut langsung diambil, dicuci dan dijemur. Setelah kering, biji tersebut dikuliti dan disortir dengan mesin lalu akhirnya dipanggang.

Sebagai herbivora, gajah memiliki enzim khusus dan pencernaan yang sangat lambat untuk bisa memproduksi rasa yang unik, lembut, dan empuk di dalam biji kopi yang ia konsumsi.

Harga Black Ivory yang sangat mahal sekitar Rp 23,7 juta per 500 gram dikarenakan sulitnya mengekstrak biji kopi yang utuh. Gajah punya kebiasaan untuk mengunyah semuanya dan membuang biji yang tidak mereka kunyah hingga hancur di tempat-tempat yang sulit untuk ditemukan.

Blake Dinkin yang mencetuskan Black Ivory Coffee awalnya ingin memproduksi kopi luwak sendiri untuk pasokan kopi di hotel tersebut. Namun, kopi yang dihasilkan dari kotoran luwak miliknya tidak berkualitas baik. Lalu ia mencari cara lain memproduksi kopi yang diproses melalui pencernaan hewan. Sempat terpikir menggunakan harimau dan jerapah, akhirnya Dinkin memilih gajah yang memang  jumlahnya banyak di Thailand.

Namun, bukan hal mudah menghasilkan kopi dengan rasa terbaik. Dinkin harus menghabiskan waktu sembilan tahun untuk menemukan formulasi yang tepat agar biji kopi yang keluar bersama kotoran gajah tersebut layak minum.

“Awalnya saya pikir prosesnya akan sederhana seperti memetik buah kopi, memberikannya kepada gajah dan setelah keluar melalui kotoran akan menghasilkan biji kopi terbaik. Tapi di masa awal percobaan hasilnya sangat buruk dan tidak dapat diminum sama sekali,” ujar Dinkin seperti dilansir Daily Mail.

Bagaimana Reaksimu?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0