Mundurnya Presiden Mahasiswa UIN Banten Menuai Banyak Kritik

Mundurnya Presiden Mahasiswa UIN Banten Menuai Banyak Kritik
Puluhan Mahasiswa UIN Banten melakukan unjuk rasa di depan pintu masuk Kampus (Foto/BNCNews)
Serang, BNCNews.co.id - Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U) UIN Sulthan Maulana Hasanudin Banten, yang dipimpin oleh Ade Riad dan M Fauzan dalam masa kepemimpinan 2019 - 2020, menuai kritik dari puluhan mahasiswa yang merasa tidak puas dengan kepemimpinannya dan diduga tidak bertanggung jawab, sebab sudah melaksanakan wisuda tanpa mengajukan surat pengunduran diri dari kursi kepemimpinannya, ujar Gilang kepada BNCNews.co.id di kampus UIN Banten (24/12/2020)

Gilang Demisioner Ketua HMJ BSA ( Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab ) mengatakan, mundurnya presiden mahasiswa sebelum berakhir masa jabatan telah mencedrame Marwah mahasiswa.

"Dengan mundurnya presma secara tidak hormat karna wisuda dulu sebelum mengakhiri masa jabatannya dan itu mencederai marwah presiden mahasiswa selaku pimpinan tertinggi universitas dikalangan mahasiswa" Katanya.

Menurut Gilang Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U) telah beberapa kali mengirimkan Pemberitahuan untuk melakukan pengunduran diri namun Ketua Dema Universitas beserta Wakilnya (Ade Riad - M. Fauzan) tak menggubris permberitahuan tersebut.

" Sangat disayangkan Ade Fauzan selalu mangkir dalam pemberitahuan surat SEMA untuk mengundurkan diri secara tertulis, maka kami dari aliansi mahasiswa UIN Banten menggugat untuk segera melakukan sidang istimewa dan membekukan Dema Universitas dan membentuk kabinet darurat atas kekosongan kursi presiden mahasiswa " Tegasnya.

Beberapa tuntunan dari Mahasiswa yang wajib dikabulkan oleh Dema Universitas dan Sema Universitas, yakni :

1. Dema Universitas harus mengklarifikasi kepada seluruh mahasiswa atas persoalan ini.

2. Sema Universitas wajib melakukan sidang istimewa sesuai UU KBM sebagai wadah untuk Dema Universitas menyampaikan pertanggung jawabanyan.

3.  Dema Universitas wajib melakukan transparansi kinerja selama 1 tahun kepengurusan dalam sidang istimewa.

4.  Jika dalam sidang istimewa kabinet Ade - Fauzan harua dibubarkan, maka Sema Universitas dengan mengikut sertakan perwakilan perwakilan mahasiswa untuk membentuk kabinet baru agar tidak terjadi kekosongan jabatan hingga PUM dilaksanakan.

5.  Apabila Ade - Fauzan beserta jajarannya tidak hadir dalam sidang istimewa untuk mempertanggung jawabkan kinerjanya dalam 1 tahun kepemimpinan, maka akan ada sanksi administratif yang dimusyawarahkan oleh Sema Universitas dan Perwakilan perwakilan mahasiswa.
(Ren).

Bagaimana Reaksimu?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0