Prihatin, LEPPAMI HMI Berjuang Bersama Forum Rakyat Peduli Gunung Lawu

Prihatin, LEPPAMI HMI Berjuang Bersama Forum Rakyat Peduli Gunung Lawu

Jakarta, BNCNews.co.id – Saat ini, Gunung Lawu, yang merupakan salah satu Kawasan hutan lindung di Indonesia, kembali terancam keasriannya. Setelah pada tahun 2014 hingga 2016, bahkan hingga hari ini, terancam dengan isu pembangunan PLTPB di lereng Lawu.

Sejak tahun 2019 ancaman baru muncul, berupa penggundulan hutan hingga yang terakhir, sebuah Begco (Buldozer) tertangkap sedang merubuhkan pohon di bukit Mitis, Tawangmangu yang menyebabkan banjir dan longsor di sekitar area terdampak.

Muh Jusrianto, Direktur Eksekutif BAKORNAS LEPPAMI PB HMI, mengecam keras aktivitas yang mengancam keberlangsungan kelestarian Gunung Lawu. Bagaimanapun, menurutnya, salah satu destinasi wisata alam terfavorit tersebut harus tetap dijaga kealamiannya.

“Gunung Lawu yang menjadi daya tarik banyak orang baik lokal, nasional maupun internasional harus tetap dirawat dan dijaga nature sustainability-nya. Jangan sampai karena alasan pengembangan destinasi wisata, kemudian mengancam lingkungan dan ekosistem di area sekitaran Gunung Lawu,” tuturnya di Jakarta (18/01).

Dia menegaskan bahwa pengembangan dan pembangunan destinasi wisata tidaklah menjadi soal selama tetap berdasarkan asas, fungsi dan tujuan UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Berbeda dengan pengembangan wisata Gunung Lawu, lanjutnya, yang malah tidak menperhatikan aturan tersebut.

“Bukan hanya aspek ekonomi yang perlu diperhatikan dalam pembangunan pariwisata tetapi banyak hal khususnya aspek lingkungan. Saya kira clear disampaikan dalam UU Nomor 10 Tahun 2009 khususnya di pasal 4 poin e bahwa kepariwisataan bertujuan untuk melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya,” tegasnya.

Sebab itu, pemerihati pariwisata dan lingkungan tersebut berjuang bersama Forum Rakyat Peduli Gunung Lawu untuk terus memperjuangkan keberlangsungan flora dan fauna yang ada di Gunung Lawu serta beroposisi total pada siapapun yang melakukan aktivitas mengancam kelestarian Gunung Lawu.

Sebelumnya di Silahturahmi Akbar dan Penanaman Pohon yang dilaksankan oleh Forum Rakyat Peduli Gunung Lawu yang didukung oleh segenap relawan, aktivis, mahasiswa serta seluruh elemen masyarakat menyepakati untuk bersikap, sebagai berikut:

  1. Mendukung segala bentuk pengembangan pariwisata alam di Karanganyar dengan Konsep Ekowisata yang ramah lingkungan dan tidak merusak alam Lawu serta sesuai dengan pedoman dan peraturan yang telah diterapkan oleh Perhutani dan Kementerian Lingkupngan Hidup dan Kehutanan.
  2. Mengutuk dan mengecam perilaku perusakan alam yang telah di lakukan oleh pengusaha berkedok wisata alam di Gunung Lawu.
  3. Mendesak Perhutani untuk meninjau kembali izin usaha yang telah di keluarkan untuk pengembangan wisata di Gunung Lawu
  4. Mendesak perhutani untuk tidak sembarangan dalam mengeluarkan izin kepada pengusaha.
  5. Mendesak dan menuntut perhutani untuk memberikan sanksi tegas kepada pengembang usaha yang telah mengeksploitasi alam Lawu dan telah melanggar pedoman dari Perhutani.
  6. Mendesak dan menuntut pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk TEGAS menutup seluruh tempat wisata yang terbukti telah melanggar pedoman pengembangan wisata yang di keluarkan oleh Perhutani.

Bagaimana Reaksimu?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0