Tragedi Penembakan Laskar FPI, SWOT : Usut Tuntas Peristiwa Secara Terbuka dan Akuntabel

Tragedi Penembakan Laskar FPI, SWOT : Usut Tuntas Peristiwa Secara Terbuka dan Akuntabel
Ilustrasi (Foto: Agil /BNCNews)
Serang, BNCNews.co.id - Tragedi penembakan terhadap pengawal Habib Rizieq Sihab oleh beberapa anggota kepolisian yang mengakibatkan 6 orang anggota FPI tewas pada 7 desember 2020, tepat tengah malam saat rombongan Habib Rizieq Sihab( HRS ) memasuki pintu tol Karawang Barat. Perjalan HRS tersebut rencana ingin menuju tempat pengajian keluarga inti.

Juni Akbar Alfirman pengurus Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik ( S.W.OT ) cabang Kota Serang, mengkritisi serta mempertanyakan Kehadiran anggota kepolisian pada malam hari.

"Kehadiran penyidik dalam rombongan HRS itu dalam rangka apa? Menyidik? Kan ada proses nya tidak harus menguntit seperti itu. Siapapun juga klo diuntit oleh orang yang tidak dikenal pasti was was." Ucap Juni.

Menurut Juni, kronologi yang terjadi sangat janggal sebab maka perlu adanya pihak pihak pemerintahan lain seperti Ombudsman, Kompolnas dan Komnas Ham turut terlibat dalam pengungkapan dan mengusut tuntas kasus yang terjadi.

"Lagi lagi pihak kepolisian melakukan abuse of power walaupun mereka punya payung hukum dalam peraturan Kapolri no 1 tahun 2009, tetap saja tidak bisa dilakukan dengan sewenang wenang ada tolak ukurnya, dari tindakan tersebut bisa dilihat dari luka nya apakah terukur atau tidak, klo tidak terukur pasti kelihatan ko lukanya pas diorgan vital atau bukan. Serta lembaga pemerintahan seperti Ombudsman, Kompolnas dan Komnas Ham harus ikut terlibat demi tegaknya Keadilan Hak Asasi Manusia" lanjutnya

Diakhir ucapan nya ia menuntut supaya proses penyelidikan harus transparan, "ini memang pelanggaran Ham, sebab tindakan extra judicial killing seperti ini dilansir dari data KONTRa's bahwa akhir 3 bulan ini terdapat 29 pristiwa pembunuhan diluar proses hukum. Maka saya sih meminta kepada para penegak hukum untuk menghentikan tindakan Extra judicial Killing dikemudian hari dan harus dipertimbangkan, lalu saya juga menuntut untuk menghusut tuntas kejadian ini dengan transparans dan akuntabel" tutupnya.

Bagaimana Reaksimu?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0